Mengenal Lebih Jauh Arti Emas Tua dan Emas Muda


Pastinya istilah emas muda dan emas tua sudah tak asing lagi buat kita. Dan biasanya saat kita membeli perhiasan, entah itu kalung, anting atau bahkan cincin kawin, penjual akan memberi kita beberapa pilihan, terkait kualitas emas tersebut. Apakah perhiasan tersebut terbuat dari emas muda atau emas tua. Dan tentu saja perbedaan jenis tersebut berpengaruh pada harga. Yang mana emas tua selalu lebih mahal daripada emas muda. Apalagi ingin membuat cincin kawin tentu kamu harus tahu.

Nah, jika ingin mengetahui lebih lanjut terkait istilah emas muda dan emas tua, sebaiknya simak ulasan yang telah kemi rangkum berikut ini. Silahkan disimak.

Emas muda vs emas tua

Pada dasarnya, emas merupakan logam yang memiliki sifat lunak, sehingga ketika akan dibuat dan dibentuk menjadi berbagai jenis perhiasan, emas harus dicampukan dengan jenis logam lain agar menjadikannya lebih kuat. Dan kadar campuran emas yang diberlakukan inilah, yang memunculkan istilah emas muda dan emas tua.

Untuk definisi emas muda, ialah emas yang mempunyai tingkat kadar emas di bawah 45%, namun ada juga sumber yang menyatakan bahwa emas muda adalah suatu perhiasan emas dengan kadar emasnya di bawah 70%. Sedangkan untuk emas tua adalah kebalikan dari emas muda tersebut.
Jadi secara singkat dapat disimpulkan, sebutan muda dan tua suatu perhiasan emas, bergantung pada kadar atau campuran emas dalam perhiasan tersebut. Makin sedikit campuran emas yang terdapat dalam suatu perhiasan maka disebut emas muda, dan begitu sebaliknya, jika kadar campuran emasnya tinggi maka disebut emas tua.

Jenis Tingkat Kemurnian Emas dan Jumlah Karatnya
Nah, selain mengenai sebutan atau penamaan, baik itu emas tua atau emas muda, dalam membicarakan perhiasan emas seringkali kita mendengar istilah “Karat”. Ya biasanya penjual akan menyebutkan berapa nilai karat dari emas yang akan kita beli.
Untuk itu, berikut ini kami akan bagikan panduan buat pembaca semua, terkait perhitungan karat serta kandungan emas murni yang ada disuatu perhiasan emas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut.
• 24 Karat, mempunyai kandungan emas murni sekitar 99,00% – 99,99%
• 23 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 94,80% – 98,89%
• 22 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 90,60% – 94,79%
• 21 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 86,50% – 90,59%
• 20 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 82,30% – 86,49%
• 19 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 78,20% – 82,29%
• 18 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 75,40% – 78,19%
• 14 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 58,3% – 41,7%
• 10 Karat, mempunyai kandungan emas murni yaitu 41,7% – 58,3%

Apakah Emas Karat Tinggi selalu Paling Ideal?

Dalam daftar karat emas diatas, yang dikatakan emas dengan karat tertinggi ialah yang nilainya 24 karat. Namun untuk perhiasan, emas dengan karat tinggi belum tentu bagus. Karena biasanya, semakin tinggi nilai karatnya, terlebih yang nilainya 24 karat, sifatnya akan semakin lunak, sehingga gampang berubah saat dipakai sehari-hari, terlebih untuk dipakai beraktifitas diluar ruangan.
Namun jika diniatkan untuk investasi, dalam hal ini dalam bentuk emas batangan, maka tentu saja yang paling disarankan yang memiliki karat tinggi, yaitu 24 karat.

Nah, itulah diatas pembahasan mengenai istilah emas muda dan emas tua. Semoga bermanfaat! Jika ingin lebih tahu tentang cincin emas, cincin palladium dan cincin perak bisa cek di halaman http://spillajewelry.com. Disini kamu bisa custom model cincin lo. Di sini juga memberikan garansi bila cincin yang dipakai tidak pas. Bagi pria muslim yang bingung cari cincin boleh mampir kesini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *